Analisis tren dan dampak perubahan iklim di wilayah Lampung.
Jika dashboard tidak termuat dengan sempurna, Anda dapat mengaksesnya langsung melalui tautan Streamlit App
Proyeksi iklim masa depan dihitung menggunakan skenario **SSP (Shared Socioeconomic Pathways)**. Skenario ini menggabungkan tren perkembangan sosial ekonomi global dengan perkiraan konsentrasi emisi gas rumah kaca hingga tahun 2100.
Skenario ini menggambarkan dunia yang terfragmentasi akibat konflik kepentingan antar-negara atau fokus berlebih pada isu domestik/keamanan masing-masing wilayah. Kemitraan global melemah, pertumbuhan ekonomi melambat, dan investasi pada teknologi ramah lingkungan dikesampingkan. Akibatnya, ketergantungan pada energi fosil tetap tinggi, memicu pemanasan global dengan estimasi tambahan radiasi energi sebesar 7.0 W/m² di akhir abad ini.
Merupakan skenario proyeksi dengan skema pertumbuhan emisi ekstrem terburuk (*business-as-usual* tingkat tinggi). Skenario ini mengasumsikan pertumbuhan ekonomi dan pasar global berkembang sangat pesat, namun roda pembangunan tersebut didorong secara masif oleh eksploitasi bahan bakar fosil secara besar-besaran tanpa kendali. Hal ini mengakibatkan pelepasan gas rumah kaca melonjak sangat ekstrem di atmosfer, menghasilkan radiasi pemanasan hingga 8.5 W/m² pada tahun 2100.