ANALISIS IKLIM EKSTREM
SAAT KEJADIAN
BANJIR KOTA BANDAR
LAMPUNG TANGGAL 15 APRIL 2026
A. INFORMASI KEJADIAN
|
Kejadian
|
Banjir
|
|
Lokasi
|
Kota Bandar
Lampung (Kemiling, Sukarame, Tanjung Karang Barat, Panjang, Tanjung Karang Timur,
Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Utara, Rajabasa, Tanjung Senang, Sukabumi, Labuhan Ratu, Way
Halim, Langkapura, Enggal, Kedamaian, dan Bumi Waras)
|
|
Hari, Tanggal
|
Rabu, 15 April 2026
|
|
Penyebab
|
Cuaca ekstrem (hujan
deras intesitas tinggi) pada Selasa, 14 April 2026 sejak sore hingga Rabu,
15 April 2026
dini hari di wilayah Kota
Bandar Lampung dan sekitarnya. Selain itu, kondisi juga diperparah
dengan kondisi sistem drainase yang tidak mampu
menampung debit air hujan
yang besar dalam waktu singkat. Akibatnya, banjir dan genangan air terjadi di
21 titik pada 16 kecamatan di Koa Bandar Lampung.
|
|
Waktu Kejadian
Hujan
|
Selasa, 14 April 2026
– Rabu, 15 April
2026
|
|
Alamat Penerima
Informasi
|
Pengamat pos hujan Warga Setempat
|
|
Foto Kejadian
|

Banjir Meredan Permukiman Warga di Kota Bandar Lampung pada Rabu (15/4/2026)
Sumber: radartv.disway.id

Proses Evakuasi Warga Terdampak Banjir
di Kota Bandar
Lampung oleh Tim SAR (15/4/2026)
Sumber: metrotvnews.com
|
|
|

Situasi Banjir di Kelurahan Kaliawi
(14/4/2026)
Sumber: rri.co.id
|
B. LOKASI KEJADIAN
Lokasi kejadian banjir berada di Kota Bandar Lampung dan sekitarnya.
Terdapat 21 titik banjir pada 16 kecamatan di Bandar Lampung.

Gambar Lokasi Kejadian
Iklim Ekstrem
C. ANALISIS CURAH HUJAN
a.
Analisis Peta Sebaran Curah
Hujan pada Saat Kejadian Hujan
Sebaran curah hujan tanggal 14-15 April 2026 di
wilayah kota Bandar Lampung dan sekitarnya menunjukkan bahwa terjadi curah
hujan berkategori menengah hingga tinggi berkisar dari 20 mm hingga 150 mm.

Gambar peta sebaran analisis
curah hujan tanggal 14-15 April 2026
Sumber: Staklim Lampung
b.
Data Curah Hujan
Pengamatan Kota Bandar Lampung
Berikut merupakan hasil data curah hujan pengamatan
(ombrometer) yang dicatat setiap setelah hari kejadian hujan. Data pengamatan berikut merupakan data observasi
ataupun data primer yang diukur langsung oleh pengamat pos hujan di Kota Bandar
Lampung.
|
Data Curah
Hujan Kota Bandar
Lampung Periode 14 - 15 April
2026
|
|
Lokasi
Pos Hujan
|
Lintang
|
Bujur
|
14
|
15
|
|
Sidodadi
|
-5,38926
|
105,2615
|
149,2
|
0
|
|
Stamar Lampung
|
-5,45556
|
105,31056
|
94
|
0,2
|
|
Sukabumi
|
-5,35152
|
105,31512
|
60
|
7,0
|
|
Sumber Rejo
|
-5,40613
|
105,21835
|
78
|
27
|
|
Tanjung Senang
|
-5,40613
|
105,28298
|
25
|
2
|
|
ARG Kampus ITERA
|
-5,362208
|
105,31165
|
29
|
0
|
|
AWS Digi
Maritim
Panjang
|
-5,4555
|
105,3211
|
95,2
|
0,2
|
|
ARG KPH Tahura
|
-5,419532
|
105,184587
|
89
|
6,2
|
Catatan : Satuan
curah hujan dalam
milimeter (mm) dan curah hujan
akumulasi 24 jam,

D. ANALISIS KEJADIAN
a. Analisis Streamline 14 April 2026
Dari analisis
streamline lapisan 925 mb tanggal 14 April 2026, pada pukul
00 UTC (pukul 07.00 waktu setempat)
wilayah Lampung dan sekitarnya didominasi angin dari arah timur
dengan kecepatan sekitar 8–19 knot, serta mulai terlihat adanya belokan angin (shearline) dan konvergensi lemah di sekitar
Selat Sunda hingga
Lampung yang mengindikasikan
adanya pengangkatan massa udara awal, yang dipengaruhi oleh keberadaan daerah
tekanan rendah (Low Pressure Area) di
Samudra Hindia sebelah barat daya Sumatra.
Selanjutnya pada pukul
12 UTC (19.00 waktu setempat), terbentuk konvergensi yang lebih kuat akibat pertemuan angin
dari barat dan timur dengan kecepatan sekitar 11–20 knot, yang diperkuat oleh
terbentuknya Bibit Siklon Tropis 92S di barat daya Sumatra. Kondisi ini
meningkatkan pengangkatan massa udara dan mendukung pertumbuhan awan konvektif
intensif pada sore hingga malam hari yang berpotensi menyebabkan hujan lebat di
wilayah Lampung.

Gambar Analisa streamline angin lapisan 925 mb tanggal 14 April 2026 jam 00.00 -12.00
UTC
Sumber: https://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/streamline
b.
Analisis ENSO dan IOD
Hasil monitoring pada Dasarian II April
2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar +0.012 (+0.023),
mengindikasikan fonemena IOD berada pada fase Netral. Sementara itu, indeks
ENSO Dasarian (ENSO bulanan) sebesar +0.57 (-0.01) menunjukkan fenomena ENSO
juga berada pada fase Netral. Kondisi ENSO Netral diprediksi masuk fase El Nino mulai Mei-Juni-Juli 2026. Berdasarkan analisis
ENSO dan IOD, maka diketahui
bahwa kedua fenomena global
tersebut tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap
peningkatan curah hujan di wilayah Lampung karena keduanya
berada pada fase netral.

Gambar grafik indeks
IOD (kiri) dan ENSO (kanan)
c. Analisis Suhu Muka Laut
14 April 2026
Berdasarkan peta anomali suhu muka laut tanggal 14
April 2026 secara umum dalam kondisi netral hingga positif.
Perairan di sekitar
Lampung bagian barat, selatan,
hingga Selat Sunda didominasi anomali
positif berkisar 0,5–1,5°C, yang menunjukkan
kondisi suhu muka laut lebih hangat dari normal. Kondisi ini dapat meningkatkan
penguapan dan suplai uap air ke atmosfer, sehingga mendukung pembentukan awan
konvektif dan berpotensi meningkatkan curah hujan di wilayah Lampung dan
sekitar.

Gambar analisa anomali
suhu muka laut tanggal 14 April 2026
Sumber: NOAA
c.
Analisis MJO
Berdasarkan monitoring pergerakan MJO, terlihat pada tanggal 14 April 2026, gelombang
MJO terpantau berada pada fase 7, dengan nilai amplitudo 1.7 (kuat). Artinya,
pusat aktivitas konveksi MJO berada
di wilayah Pasifik
Barat, sehingga tidak berpengaruh langsung
terhadap peningkatan konveksi di wilayah Indonesia, khususnya Maritim Continent.
Gambar analisa pergerakan gelombang MJO (kiri)
dan grafik fase MJO (kanan)
Sumber: BOM
d.
Analisis LLMT
Sebaran LLMT lapisan 925 mb pada Selasa, 14 April 2026 hingga
dini hari tanggal 15 April 2026 pukul 09–18 UTC menunjukkan adanya suplai uap
air yang cukup kuat (20–140 g/kg m/s) menuju wilayah Lampung dari sekitar Selat
Sunda dan Laut Jawa bagian selatan. Pada periode ini terlihat pertemuan
aliran massa udara (konvergensi) di sekitar Lampung
yang menyebabkan penumpukan kelembapan di lapisan bawah atmosfer.
Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif dan memicu hujan lebat.
Persistensi transport kelembapan ini
menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap curah hujan tinggi dan
kejadian banjir di Kota Bandar Lampung.

f.
Analisis Fisis Awan Menggunakan Satelit Himawari
Berikut
merupakan peta analisis
perkembangan fisis awan menggunakan satelit
Himawari-6 pada kanal IR, tampak
bahwa awan hujan bermassa besar mulai berkembang pada pukul 11-14 UTC, menyebabkan terjadinya kejadian hujan sedang hingga tinggi di wilayah Kota Bandar
Lampung dan sekitarnya. Awan Propagasi dan persebaran awan penyebab hujan di
wilayah tersebut dapat dilihat sebagai bentuk pengaruh dari adanya fenomena
cuaca lain seperti bibit siklon, serta bersamaan dengan terjadinya pergantian
musim yang ditandai dengan mulai meningkatnya suhu permukaan laut.

E. INFORMASI PERINGATAN DINI
|
Peringatan Dini
Cuaca
|
Keterangan
|
|

|
Peringatan Dini Cuaca tanggal 14 - 15 April
2026 Kota Bandar Lampung
Waspada hingga Awas
Sumber: Stasiun
Meteorologi Radin Inten II Lampung
|
|

|
Prakiraan Dini Hujan Sedang – Lebat Tiga Harian (14 – 16 April 2026)
Sumber: Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung
|
15 April 2026
Banjir
Analisis Iklim Ekstrem Saat Kejadian Banjir Bandar Lampung 15 April 2026
ANALISIS IKLIM EKSTREM
SAAT KEJADIAN
BANJIR KOTA BANDAR
LAMPUNG TANGGAL 15 APRIL 2026
A. INFORMASI KEJADIAN
Kejadian
Banjir
Lo...
ANALISIS IKLIM EKSTREM
SAAT KEJADIAN BANJIR KOTA BANDAR LAMPUNG
TANGGAL 6 - 7 MARET 2026
A.
INFORMASI
KEJADIAN
|
Kejadian
|
Banjir
|
|
Lokasi
|
Kota
Bandar Lampung (Sukarame, Rajabasa, Way Halim, Sukabumi, Tanjungkarang Timur,
Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Pusat, Enggal, Langkapura, Tanjung Senang,
dan Kedamaian), dan Kabupaten Lampung Selatan (Jati Agung dan Tanjung
Bintang)
|
|
Hari, Tanggal
|
Jumat, 6 Maret 2026 – Sabtu, 7 Maret 2026
|
|
Penyebab
|
Cuaca ekstrem (hujan deras disertai angin kencang)
sejak Kamis, 5 Maret 2026 – Minggu, 8 Maret 2026. Hujan dengan intensitas
tinggi pada beberapa daerah terjadi terus menerus (dalam waktu yang lama)
sejak Jumat sore 6 Maret 2026 hingga hari Sabtu, 7 Maret 2026 menyebabkan
banjir dan genangan air di beberapa daerah di Bandar Lampung, Kabupaten
Lampung Selatan, dan sekitarnya
|
|
Waktu Kejadian Hujan
|
Kamis, 5 Maret 2026 – Minggu, 8 Maret 2026
|
|
Alamat Penerima Informasi
|
Pengamat pos hujan
Warga
Setempat
|
|
Foto Kejadian
|

Banjir melanda 44 titik di Kota Bandar
Lampung pada Jumat (6/3/2026)
Sumber: Dokumentasi BPBD Lampung dikutip
dari Kompas.com

Banjir di Jalan Ratu Dibalau, Kota
Bandar Lampung pada hari Jumat (6/3/2026)
Sumber: lampung.antaranews.com

Petugas melakukan pencarian korban hanyut
akibat banjir di Bandar Lampung
Sumber: Detik.com  Banjir pada Desa Kertosari akibat
tanggul sungai Way Galih jebol pada hari Sabtu (7/3/2026)
Sumber: Tribatanews Resta Lampung
Selatan
|
B.
LOKASI
KEJADIAN
Lokasi
kejadian banjir berada di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan
sekitarnya. Terdapat 44 titik banjir pada 13 kecamatan di Bandar Lampung, dan 2
kecamatan di Lampung Selatan.

Gambar Lokasi Kejadian Iklim
Ekstrem
C.
ANALISIS
CURAH HUJAN
a.
Analisis
Peta Sebaran Curah Hujan pada Saat Kejadian Banjir 6 Maret 2026
Sebaran curah hujan tanggal 6 Maret di wilayah kota
Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan sekitarnya menunjukkan bahwa
terjadi curah hujan berkategori sedang hingga tinggi berkisar dari 20 mm hingga
lebih dari 150 mm.
Gambar peta
sebaran analisis curah hujan tanggal 6 Maret 2026
Sumber:
Staklim Lampung
b.
Data
Curah Hujan Pengamatan Kota Bandar Lampung
|
Data Curah Hujan
Kota Bandar Lampung Periode 6 – 7 Maret 2026
|
|
Lokasi Pos Hujan
|
Lintang
|
Bujur
|
6
|
7
|
|
Sidodadi
|
-5,38926
|
105,2615
|
86
|
21,5
|
|
Stamar Lampung
|
-5,45556
|
105,31056
|
24,4
|
27,8
|
|
Sukabumi
|
-5,35152
|
105,31512
|
108
|
52,5
|
|
Sumber Rejo
|
-5,40613
|
105,21835
|
80
|
33
|
|
Tanjung Senang
|
-5,40613
|
105,28298
|
75
|
25
|
|
ARG Kampus ITERA
|
-5,362208
|
105,31165
|
15
|
162,4
|
|
AWS Digi Maritim Panjang
|
-5,4555
|
105,3211
|
25,6
|
27,6
|
|
ARG KPH Tahura
|
-5,419532
|
105,184587
|
79,2
|
73,2
|
Catatan : Satuan
curah hujan dalam milimeter (mm) dan curah hujan akumulasi 24 jam

D.
ANALISIS
KEJADIAN
a.
Analisis
Streamline 6 Maret 2026
Dari analisis streamline tanggal 6 Maret 2026 jam
00.00 UTC - 12.00 UTC menunjukkan di wilayah sekitar Sumatra bagian selatan di
dominasi oleh angin baratan dengan kecepatan sekitar 12 – 34 knot menuju
wilayah Pulau Jawa. Pola streamline menunjukkan adanya pertemuan dan
perlambatan aliran angin (konvergensi) di sekitar wilayah Sumatra bagian
selatan hingga perairan barat Lampung yang dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik
di Samudra Hindia serta keberadaan bibit siklon tropis di selatan Indonesia.
Kondisi tersebut mendukung pengangkatan massa udara dan peningkatan pertumbuhan
awan konvektif di wilayah Lampung dan sekitarnya.
Gambar Analisa
streamline angin lapisan 925 mb
tanggal 6 Maret 2026 jam 00.00 -12.00 UTC
Sumber: https://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/streamline
b.
Analisis
Suhu Muka Laut 6 Maret 2026
Berdasarkan peta anomali suhu muka laut tanggal 6 Maret
2026, perairan selatan Indonesia menunjukkan anomali suhu muka laut dalam
kategori netral hingga negatif lemah berkisar sekitar 0 − 1°C, yang menunjukkan
kondisi suhu laut sedikit lebih dingin dari normal namun tidak terlalu
signifikan. Kondisi ini dapat menyebabkan penguapan dari permukaan laut sedikit
berkurang sehingga suplai uap air ke atmosfer relatif lebih rendah. Dampaknya
terhadap Provinsi Lampung yaitu adanya potensi pembentukan awan dan curah hujan
yang sedikit lebih rendah atau mendekati kondisi normal, sehingga secara umum
tidak menunjukkan pengaruh yang terlalu kuat terhadap kondisi cuaca di Lampung.

Gambar analisa anomali suhu muka laut tanggal 6 Maret
2026
Sumber: NOAA
c.
d.
Analisis
Citra Radar






Gambar Analisa Citra
Radar tanggal 6 Maret 2026 jam 6 – 12 UTC
Sumber: Sidarma, BMKG
Berdasarkan
citra radar cuaca tanggal 6 Maret 2026 pukul 06.00–11.00 UTC, terlihat adanya
perkembangan awan hujan yang berkembang dan meluas di wilayah Lampung. Pada
06.00 UTC, pantulan radar masih terbatas dengan dominasi warna biru–hijau
(sekitar 0–30 dBZ) yang menunjukkan hujan ringan hingga sedang. Memasuki 07.00–09.00
UTC, awan hujan mulai menguat di wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya,
ditandai munculnya warna kuning-merah (±35–55 dBZ) yang mengindikasikan awan
hujan yang lebih matang dan menandakan puncak hujan. Selanjutnya pada
10.00–11.00 UTC, sistem awan semakin melemah, dengan muncul warna biru hingga hijau
(±0–35 dBZ) yang menandakan penurunan hujan.
e.
Analisis MJO
Gambar analisa
pergerakan gelombang MJO (kiri) dan grafik fase MJO (kanan)
Sumber: NCICS,
BOM
Berdasarkan monitoring
nilai OLR, terlihat bahwa gelombang MJO pada tanggal 5 - 6 Maret 2026 berada
pada fase 5, dengan nilai amplitudo lebih dari 1 (kuat). Artinya, MJO cukup
mempengaruhi Indonesia, utamanya wilayah Maritim Continent, termasuk Indonesia
bagian barat. Aktivitas MJO tersebut dapat meningkatkan aktivitas konveksi
atmosfer yang ditandai dengan pertumbuhan awan konvektif dan peningkatan
potensi pembentukan awan hujan. Oleh karena itu, wilayah Lampung berpotensi
terdampak oleh kondisi ini melalui peningkatan suplai uap air dan penguatan
proses konvektif, sehingga dapat mendukung terjadinya hujan dengan intensitas
ringan hingga lebat.
E.
INFORMASI
PERINGATAN DINI
|
Peringatan Dini Cuaca
|
Keterangan
|
|
    
|
Peringatan
Dini Cuaca tanggal 5 – 8 Maret 2026 Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung
Selatan dalam status Waspada hingga Awas
Sumber:
Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung
|
|
Prakiraan
Dini Hujan Sedang – Lebat Tiga Harian (5 – 7 Maret 2026)
Sumber:
Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung
|
F.
KESIMPULAN
|
-
Menurut
laporan BPPD, banjir dipicu akibat hujan terus menerus dari Jumat sore, 6
Maret 2026 hingga hari Sabtu, 7 Maret 2026 di wilayah Kota Bandar Lampung. Pengamatan
curah hujan observasi mencatat adanya curah hujan dengan kriteria rendah
hingga ekstrem di wilayah Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan
sekitarnya. Kejadian tanggul jebol, juga menjadi penyebab banjir yang terjadi
di Kabupaten Lampung Selatan.
-
Berdasarkan
analisis terkini dinamika atmosfer tanggal 6 Maret 2026, diketahui bahwa
terdapat beberapa fenomena yang mendukung potensi pertumbuhan awan-awan
konvektif dan atau penambahan hujan di wilayah provinsi Lampung, diantaranya
yaitu aktifnya gelombang MJO di fase 5 berartikan bahwa pusat konveksi MJO
sedang aktif di wilayah Maritim Continent, mencakup daerah Indonesia
bagian barat. Sedangkan kondisi suhu muka laut menunjukkan dalam kondisi La
Nina lemah, yang turut menambah potensi hujan di Indonesia, kemudian analisis
streamline yang menunjukkan adanya dominasi angin baratan serta
pertemuan dan perlambatan aliran angin akibat sirkulasi siklonik di samudra
Hindia serta keberadaan bibit siklon tropis di selatan Indonesia.
-
Berdasarkan
interpretasi citra radar, pada pukul 7 – 9 UTC (12.00 – 16.00 WIB) terpantau
terjadi puncak hujan hingga tercatat dalam kriteria sangat tinggi/ekstrem
(>150 mm).
|
G.
LAMPIRAN
Berita di Media
H. PEMBUAT
LAPORAN
1. Suparji,
ST,M.T.I (197408051995031001)
2. Rizki
Priatama Wibowo, S.Tr (198504272008111001)
3. Heptyana
Sri Wulandari, S.Tr (199308272013122001)
4. Salsabila
Nurul Izzah, S.Tr (200308282025122001)
Pesawaran, 10 Maret 2026
Pembuat Laporan, Kepala Stasiun Klimatologi
Lampung
SALSABILA
NURUL IZZAH, S.Tr INDRA
PURNA, SP,M.S
NIP.
200308282025122001 NIP.
197612111999031001
06 March 2026
Banjir
Analisis Iklim Ekstrem Saat Kejadian Banjir Kota Bandar Lampung Tanggal 6 - 7 Maret 2026
ANALISIS IKLIM EKSTREM
SAAT KEJADIAN BANJIR KOTA BANDAR LAMPUNG TANGGAL 6 - 7 MARET 2026 A.
INFORMASI
KEJADIAN
Kejadian
Banjir
Lokasi
Ko...
Hujan deras yang mengakibatkan banjir terjadi di Pemda Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung pada tanggal 8 September 2025. Akibat kejadian tersebut kantor Pemda Pesisir Barat terendam banjir. Selain itu beberapa wilayah di Pesisir tengah diantaranya kelurahan Kampung Jawa dan Krui Pasar ikut terendam banjir. Akibat banjir tersebut basement Pemda Pesisir Barat terendam banjir hingga merendam sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua. Menurut kesaksian warga, hujan deras mengakibatkan sungai Way Tuok meluap yang terjadi menjadi pemicu terjadinya banjir.

sumber : https://lampung.rilis.id/Peristiwa/Berita/banjir-kepung-kota-krui-DpLy
Faktor iklim yang memicu tingginya curah hujan di Lampung pada umumnya dan di Pesisir Barat pada khususnya adalah adanya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini bernilai negatif. IOD diartikan sebagai perbedaan suhu laut antara Samudera Hindia bagian timur dan barat. Jika terjadi IOD negatif, maka suhu muka laut di wilayah Lampung bagian barat lebih hangat dari suhu laut di sebelah timur Afrika. Akibatnya terjadi peningkatan konsetrasi pembentukan awan hujan di wilayah Lampung, khususnya bagian barat seperti wilayah Tanggamus, Lampung Barat dan Pesisir Barat.

sumber : https://www.bom.gov.au/
Dari pantauan curah hujan sejak 1 September 2025 di beberapa pos hujan di Pesisir Barat, curah hujan tinggi sudah terjadi sejak awal September. Pada daerah kejadian banjir yaitu pos hujan Krui Pasar, curah hujan tinggi terjadi sejak tanggal 5 dan 6 September 2025 dengan curah hujan masing -masing sebesar 76 mm (kriteria lebat) dan 121 mm (kriteria sangat lebat). Sedangkan pada hari kejadian banjir yaitu tanggal 8 September 2025 terukur curah hujan sebesar 98 mm (kriteria lebat).

Dari data Automatic Weather Station (AWS) yang berada di Bandara Taufik Kiemas Krui, hujan sangat lebat terjadi sejak pukul 8.00 - 10.00 UTC atau pada pukul 15.00-17.00 WIB. Total curah hujan menurut data AWS adalah 82 mm dengan intensitas sangat lebat 37.6 mm/jam. BMKG mengkategorikan curah hujan diatas 20 mm/jam sebagai kriteria sangat lebat.

Sedangkan dari data radar, hujan lebat terpantau sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 dengan nilai dBZ 35-45 atau masuk dalam kategori hujan sedang hingga lebat.

Curah hujan yang tinggi sejak tanggal 5 dan September 2025 menjadikan tanah disekitar Pemda Krui dan sekitarnya menjadi jenuh. Akibatnya Pada tanggal 8 September 2025 ketika terjadi curah hujan dengan intensitas sangat lebat (hingga 37mm/jam) dengan total 98 mm/hari, terjadilah banjir di wilayah Pemda Krui dan sekitarnya.
Sumber berita:
https://lampung.rilis.id/Peristiwa/Berita/banjir-kepung-kota-krui-DpLy
https://radarlampung.disway.id/read/715831/way-tuok-meluap-komplek-pemkab-pesisir-barat-lampung-terendam#goog_rewarded
08 September 2025
Banjir
Analisis Cuaca dan Iklim terkait kejadian banjir di Krui, Pesisir Barat
Hujan deras yang mengakibatkan banjir terjadi di Pemda Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung pada tanggal 8 September 2025. Akibat kejadian tersebut kantor Pemda Pesisir Barat terendam banji...